Cara Menggunakan Pengaturan

Panduan untuk mengakses dan mengkonfigurasi berbagai pengaturan sistem Cukurpro termasuk pengaturan umum barbershop, pajak, dan konfigurasi transaksi.

Estimasi waktu: 7 menit
Level: Menengah
680 pembaca

2Pengaturan Umum

Langkah 1: Akses Menu Pengaturan

Dari sidebar, klik "Pengaturan". Halaman pengaturan berisi berbagai konfigurasi sistem barbershop Anda. Pengaturan umum mencakup informasi bisnis, jam operasional, dan preferensi tampilan sistem.

Langkah 2: Atur Default Transaksi

Konfigurasi nilai default untuk transaksi baru: supplier default, karyawan default, cabang default, dan metode pembayaran default. Pengaturan ini akan mempercepat proses input transaksi sehari-hari.

Nilai default hanya berlaku sebagai pre-fill form dan masih dapat diubah saat membuat transaksi.

3Pengaturan Pajak

Langkah 3: Konfigurasi Pajak

Di bagian pengaturan pajak, aktifkan atau nonaktifkan penerapan pajak dalam transaksi. Jika diaktifkan, tentukan persentase pajak dan tipe penerapannya (termasuk harga atau ditambahkan ke harga). Pengaturan ini berlaku untuk semua transaksi penjualan.

4Pengaturan Pajak Jasa

Langkah 4: Konfigurasi Pajak Khusus Jasa

Di bagian pengaturan pajak jasa, aktifkan atau nonaktifkan penerapan pajak khusus untuk transaksi jasa/treatment. Jika diaktifkan, tentukan persentase pajak jasa (VALUE_SERV) dan tipe penerapannya (TYPE_SERV: termasuk harga atau ditambahkan ke harga). Pengaturan ini terpisah dari pajak produk dan hanya berlaku untuk item jasa dalam penjualan.

Toggle USE_SERV mengaktifkan/menonaktifkan pajak jasa. Pastikan VALUE_SERV dan TYPE_SERV sudah dikonfigurasi sebelum mengaktifkan toggle.

5Pengaturan Booking

Langkah 5: Isi Identitas Booking

Di bagian Pengaturan Booking, isi Slug (alamat unik halaman booking online Anda), Tentang (deskripsi barbershop yang tampil ke pelanggan), Logo, dan Cover Image. Data ini yang akan dilihat pelanggan saat membuka halaman booking Anda.

Langkah 6: Atur Parameter Booking

Tentukan Interval (menit) antar slot booking, Jam Sebelum Book (batas waktu minimal sebelum jam booking agar pelanggan tidak bisa memesan mendadak), dan Warna Tema tampilan halaman booking. Aktifkan toggle Pay First jika pelanggan wajib membayar dulu sebelum booking dikonfirmasi, Generate Sale jika booking yang selesai otomatis dibuatkan transaksi penjualan, dan Colored Card untuk tampilan kartu booking berwarna.

Langkah 7: Aktifkan Jam Operasional

Buka tab Jam Operasional pada halaman Pengaturan, lalu aktifkan dan sesuaikan jam buka-tutup untuk tiap cabang sesuai jam kerja barbershop. Jika suatu cabang belum diatur khusus, sistem memakai Jam Operasional Global sebagai bawaan.

Langkah 8: Siapkan Shift Karyawan

Slot booking yang tersedia untuk pelanggan mengikuti shift karyawan yang aktif. Buka menu Manajemen Karyawan > Shift untuk menambahkan shift tiap pegawai sebelum mengaktifkan booking online.

Tanpa shift yang aktif, pelanggan tidak akan melihat slot waktu yang bisa dipesan pada halaman booking.

6Pengaturan Transaksi

Langkah 9: Atur Preferensi Transaksi

Konfigurasi preferensi transaksi seperti format nomor transaksi, pengaturan cetak struk otomatis, dan opsi lainnya. Simpan perubahan untuk langsung diterapkan pada semua transaksi berikutnya.

7Pengaturan Lembur

Langkah 10: Konfigurasi Aturan Lembur

Di bagian Pengaturan Lembur, tambahkan satu atau lebih aturan lembur lalu aktifkan pada toggle Aktif. Isi Nama Lembur sebagai label aturan, Checkin sebagai jam masuk acuan, Mulai Lembur sebagai jam mulai terhitung lembur, dan Selesai Lembur sebagai jam berakhirnya perhitungan lembur.

Contoh: shift masuk jam 09.00–17.00. Checkin diisi 17.00, Mulai Lembur 17.00, Selesai Lembur 20.00 — karyawan yang checkout setelah jam 17.00 mulai terhitung lembur sesuai Total Lembur yang ditentukan.

8Pengaturan Denda

Langkah 11: Tentukan Ambang Batas Keterlambatan

Di bagian Pengaturan Denda, isi Nama Denda sebagai label aturan dan Menit Terlambat sebagai batas menit sejak jam masuk shift sebelum denda mulai dihitung. Contoh: shift masuk jam 12.00 dengan Menit Terlambat 1 berarti jam 12.01 sudah terhitung telat dan kena denda.

Langkah 12: Atur Nominal dan Kelipatan Denda

Isi Total Denda sebagai nominal per interval keterlambatan. Aktifkan Kelipatan agar denda bertambah tiap interval menit terlambat (contoh: Total Denda 1.000 dengan Menit Terlambat 1, telat 3 menit = denda 3.000). Aktifkan Batas Kelipatan untuk membatasi jumlah maksimal kelipatan yang dihitung, lalu isi Batas Denda sebagai batas maksimalnya.

Contoh Batas Kelipatan: Batas Denda 2 dengan Total Denda 1.000/menit, telat 3 menit tetap dikenakan denda maksimal 2.000, bukan 3.000. Denda yang dihasilkan bisa ditinjau lagi di menu Manajemen Karyawan > Denda.

9Pengaturan Partnership

Langkah 13: Batasi Akses Cabang untuk Partnership

Di bagian Pengaturan Partnership, aktifkan toggle "Cabang yang Ditetapkan kepada Pengguna". Setelah aktif, akun dengan peran partnership hanya dapat melihat dan mengelola data pada cabang yang sudah ditetapkan ke akun tersebut, bukan seluruh cabang barbershop.

10Pengaturan Tampilan Printer

Langkah 14: Pilih Informasi yang Tampil di Struk

Di bagian Pengaturan Tampilan Printer, nyalakan atau matikan toggle sesuai kebutuhan: Tampilkan Logo, Tampilkan Alamat, Tampilkan Member, Tampilkan Nomor Transaksi, Tampilkan Nominal Diskon, dan Tampilkan Pajak. Isi juga Ekstra Informasi di Struk jika ingin menambahkan teks khusus di bagian bawah struk.

Langkah 15: Pasang Logo Struk

Logo yang tampil di struk diambil dari data cabang, bukan dari halaman Pengaturan. Buka menu Data Master > Cabang, edit cabang yang dituju, lalu upload gambar pada bagian Logo.

Pastikan toggle Tampilkan Logo aktif agar logo yang sudah diupload benar-benar muncul di struk cetak.

11Pengaturan Tambahan Absensi

Langkah 16: Atur Ketergantungan Absensi pada Shift

Toggle "Memakai acuan shift untuk absen" menentukan apakah karyawan wajib memiliki shift terjadwal sebelum bisa absen. Jika dimatikan, karyawan tetap bisa absen tanpa shift, namun sebagai konsekuensinya denda keterlambatan tidak dapat dihitung karena tidak ada jam masuk shift sebagai acuan.

Langkah 17: Wajibkan Absen sebelum Transaksi

Toggle "Memakai acuan absensi untuk membuat transaksi" menentukan apakah karyawan harus check-in terlebih dahulu sebelum bisa dipilih sebagai barber pada transaksi penjualan. Jika aktif, hanya karyawan yang sudah absen yang muncul sebagai pilihan barber di kasir.

Kembali ke Dokumentasi
Apakah panduan ini membantu?Beri feedback